Dari sekian banyak jenis teh yang ada di bumi ini, Teh hijau merupakan jenis teh yang paling populer di berbagai negara Asia seperti Cina dan Jepang. sebenarnya Teh
hijau adalah teh yang terbuat dari tanaman yang disebut dengan Camellia Sinensis. Daun
teh ini kemudian dikeringkan melalui proses pengolahan yang singkat. Hal
ini dilakukan agar mempertahankan warna hijau alami dan nutrisi yang terdapat di dalamnya.
Ada banyak nutrisi sehat terkandung didalam teh hijau seperti
polifenol, asam amino,flavoroids, alkaloid, tanin, dan mineral seperti
mangan dan kalium.

Selain itu seperti dilansir dari situs healthmeup,
teh hijau memiliki kandungan polifenol yang lebih tinggi dibandingkan
dengan teh biasa. Polifenol dapat menurunkan kolesterol jahat dalam
darah dan mencegah terjadinya pembekuan darah.
Selain manfaat tersebut, berikut ini adalah manfaat dari teh hijau yang harus Anda ketahui.
- Sebuah penelitian menunjukkan bahwasanya meminum teh hijau secara rutin dapat mencegah kelelahan dan meningkatkan fungsi kerja otak.
- Membantu Anda terhindar dari penyakit lupa / Alzheimer.
- Mencegah arthritis dan multiple sclerosis.
- Mencegah degenerasi membran sel dengan cara menetralisir penyebaran radikal bebas.
- Dapat membakar timbunan lemak dalam tubuh dan meningkatkan metabolisme
- Mencegah dan menurunkan kolesterol jahat yang disebabkan oleh oksidasi
- Efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi
- Menyehatkan fungsi-fungsi pencernaan
Secangkir teh hijau ternyata menyimpan banyak sekali manfaat untuk kesehatan
tubuh Anda secara keseluruhan. Oleh sebabitu segeralah konsumsi teh
hijau secara rutin dan alangkah baiknya tanpa pemanis tambahan
APA ITU TEH HIJAU?
Teh hijau merupakan jenis teh yang terbuat dari daun tanaman teh (Camellia
sinensis) yang dipetik dan mengalami proses pemanasan singkat untuk mencegah
oksidasi, atau dapat juga berarti minuman yang dihasilkan dari menyeduh
daun teh tersebut.
Teh hijau (ryokucha) adalah salah satu teh yang sangat umum di Jepang sehingga
bila disebut “teh” (ocha) maka kemungkinan besar yang dimaksudkan adalah jenis
teh hijau, dan baru disebut sebagai teh Jepang (nihoncha) kalau memang
tersedia pilihan teh yang lainnya. Teh biasanya dijual dengan harga
bergantung dengan kualitas dan bagian dari tanaman yang dibuat teh.
JENIS-JENIS TEH HIJAU
Gyokuro
Teh terpilih dari daun teh kelas atas yang disebut sebagai Tencha. Dinamakan Teh Gyokuro karena warnanya hijau pucat yang keluar dari daun teh.
Daun dilindungi dari paparan sinar matahari sehingga memiliki aroma
yang sangat harum.
Matcha
Teh hijau berkualitas tinggi yang digiling dan menjadi bubuk teh,
dipakai sebagai upacara minum teh. Matcha meilikii aroma yang harum
sehingga digunakan sebagai perasa untuk es krim rasa teh hijau, beberapa
jenis kue tradisional Jepang (wagashi), berbagai bentuk permen dan juga coklat.
Sencha
Teh hijau yang biasanya diminum sehari-hari, dibuat dari daun yang dibiarkan terkena paparan sinar matahari.
Genmaicha
Teh jenis bancha dengan campuran butiran beras yang belum disosoh
(genmai) yang dibuat menjadi berondong. Teh ini mempunyai aroma wangi
butiran beras yang setengah gosong.
Kabusecha
Teh jenis sencha yang daunnya dilindungi untuk beberapa saat dari
terpaan sinar matahari sebelum dipanen. Aroma wangi teh kabusecha sedikit
lebih lembut dibandingkan dengan teh sencha.
Bancha
Teh kasar yang dibuat dari panenan yang kedua kali antara musim panas
dan musim gugur. Daun teh untuk teh bancha biasanya berukuran lebih besar dari
daun teh sencha dan aromanya juga tidak begitu harum.
HÅjicha
Teh yang digoreng di atas penggorengan atau didalam oven.
Kukicha
Teh dengan kualitas rendah dari daun teh yang juga bercampur tangkai daun teh.
SEJARAH TEH HIJAU
Teh hijau telah digunakan sebagai pendukung pengobatan sekitar 4.000
tahun yang lalu di negri Cina. Dan saat ini para peneliti nutrisi telah
menemukan bahwa teh hijau sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Tahun 1993, ada sebuah jurnal yang diterbitkan untuk kalangan ahli
kanker menyebutkan bahwa teh hijau yang diminum masyarakat Cina telah
membuat mereka terhindar dari penyakit kanker. Belakangan ini, muncul bukti baru telah
ditemukan fakta bahwa minum teh secara rutin bisa menurunkan kadar kolesterol
darah, dan menyeimbangkan kadar tersebut.
Sejarah bangsa Cina menyebutkan teh hijau (camelia sinensis) mulai
digunakan untuk minuman sejak 2700 tahun sebelum Masehi pada dinasti
Kaisar Shen Nung, namun tercatat dalam literatur kuno pada 350 tahun SM. Sekitar 200 tahun sebelum Masehi didalam buku tanaman obat Cina
disebutkan daun teh berkhasiat menghilangkan racun dari dalam tubuh.
Di Jepang tradisi minum teh juga berasal dari Cina sekitar abad ke-6
Masehi. Sejak itulah teh hijau mulai dikenal berkhasiat untuk kesehatan dan
digunakan awak kapal dalam pelayaran jarak jauh.
Penelitian tentang teh hijau terus dilakukan hingga pada tahun 2005
diketahuilah secara menyeluruh adanya kandungan-kandungan dalam teh hijau
sebagai antioksidan kuat, yaitu yang dapat menangkal serangan radikal
bebas oksidasi yang menyebabkan gangguan degenerasi pada organ-organ tubuh manusia,
termasuk penyebab berbagai jenis kanker, di antaranya di esofagus
(saluran masuk makanan ke lambung), lambung, dubur,
kandung kemih, pankreas, usus , prostat, juga paru-paru dan payudara.